Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 22, 2009

Pentingnya Makanan Pendamping untuk Bayi

Vera Farah Bararah-detikHealth

Jakarta, Air Susu Ibu (ASI) menjadi makanan utama bayi hingga usia 6 bulan. Saat usia 1 tahun ke atas susu hanyalah makanan pelengkap saja bukan menjadi makanan utama lagi.

Setelah satu tahun ke atas kebutuhan gizi sang bayi sudah tidak bisa dipenuhi oleh ASI saja, sehingga dibutuhkan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi.

"Pada saat pemberian makan bayi bukan hanya memenuhi kebutuhan zat gizinya saja tapi juga memberikan pendidikan pada bayi dalam hal disiplin dalam jam makan, pendidikan memilih makanan bergizi, pendidikan dalam hal pembinaan selera serta memberikan psikologis pada bayi berupa kepuasan," ujar dr Sri S Nasar, SpA(K) di acara road show 'Mobi Nutri SGM' di Wisma Perjalanan Haji Indonesia, Cempaka Putih, Jakarta, selasa (21/7/2009).

Kebutuhan nutrisi yang penting untuk bayi adalah adanya sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan dilengkapi dengan susu. Dan dalam hal pemberian makan pada bayi harus diciptakan lingkungan yang menyenangkan baik secara fisik maupun emosional.

"Untuk mendapatkan bayi yang sehat dibutuhkan persiapan sejak sebelum menikah, dengan menjaga dan memeriksa kesehatan secara dini untuk mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit turunan atau tidak, lalu masa prakehamilan, masa kehamilan dan masa bayi atau batita atau balita," ujar dr Sri.

Dalam proses tumbuh kembang balita selain nutrisi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan seperti biologik, fisik, psikologi, dan sosial budaya. Dan proses ini merupakan proses yang unik dan rumit.

Namun, pada intinya kebutuhan dasar seorang anak adalah: - Asih yaitu diberikan kasih sayang sejak dalam kandungan dengan cara mengajak ngobrol dan mendengarkan musik pada bayi. - Asah yaitu diberikan pendidikan sejak usia dini baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. - Asuh yaitu diberikan kebutuhan sandang, pangan, papan dan imunisasinya.

"Nutrisi yang diperlukan oleh bayi adalah nutrisi yang mengandung energi, gizi seimbang, 4 sehat 5 LENGKAP, higienis dan bebas pencemaran, bentuk atau jenis makanan disesuaikan dengan kemampuan bayi serta memberikan ASI eksklusif," ujar dr Sri yang juga sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Metabolik IDAI.

Dalam pemberian makanan pendamping (MP) ASI harus diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan makan sang bayi, serta memperhatikan komponen/kandungan nutrisi dan jumlah atau takarannya. Selain itu juga untuk merangsang bayi mengenal berbagai rasa dan aroma.

"Pemberian MP-ASI ini dimulai dengan makanan cair, lalu makanan lunak dan terakhir makanan padat. MP ini bisa berupa jus, biskuit, bubur susu atau nasi tim, sesuai kemampuannya serta diberikan secara konsisten dan bertahap," ujar dr Sri.

Ciri bayi yang sudah siap untuk menerima MP-ASI ditunjukkan dengan adanya kesiapan fisik dan psikologis sang bayi seperti mulai tertarik dengan makanan orang lain terutama yang dimakan oleh ibunya, serta mulai bisa mengecap.

Jadwal pemberian makanan pendamping untuk bayi adalah pada pagi hari berilah bayi susu, lalu jam 10.00 berilah camilan berupa buah atau biskuit, untuk makan siangnya berikan nasi tim saring atau kasar untuk usia 8-9 bulan dan nasi tim saring utuh untuk usia 10-12 bulan, jam 16.00 untuk usia 6-7 bulan diberikan bubur susu sedangkan usia 8 bulan keatas diberikan buah atau biskuit, untuk makan malamnya bisa diberikan nasi tim saring, kasar atau utuh sesuai usianya dan sebelum tidur bayi diberikan susu kembali.

"Bayi memiliki lambung yang kecil sehingga tidak bisa diberi makan terlalu banyak, untuk mensiasatinya berilah bayi makan lebih sering daripada orang dewasa," tambahnya.

Mr. P Susah Bangun, Apa Sebabnya ?

Nurul Ulfah-detikHealth Bagi pria, masalah disfungsi ereksi pada Mr P adalah hal yang sangat memalukan. Loyonya si Mr P ini sebenarnya merupakan pertanda bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh si pria. Ini dia alasannya kenapa Mr P bisa loyo. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan penis untuk mencapai atau mempertahankan orgasme yang ditandai dengan loyonya si Mr P. Acara seks pun bisa berantakan jika si jagoan tersebut tidak bisa muncul, inilah yang ditakutkan kebanyakan pria.

"Saya merasa sangat malu karena tidak bisa membahagiakan pasangan. Rasanya seperti ditembak dan kehilangan sesuatu yang berharga," ujar Steve Thompson, seperti dilansir Health, Rabu (22/7/2009).

Ada banyak faktor yang membuat Mr P jadi loyo. Dahulu, para dokter percaya bahwa disfungsi ereksi disebabkan karena masalah psikologi seperti depresi. Namun saat ini, diketahui bahwa 90 persen penyebab loyonya Mr P adalah karena faktor fisik dan faktor eksternal seperti makanan dan obat-obatan.

Jika Anda berkonsultasi mengenai hal ini ke dokter, Anda akan diberi formulir untuk mengetahui riwayat penyakit dan obat-obatan yang pernah dipakai.

Pemeriksaan fisik berupa tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah dan hormon testosteron pun dilakukan karena berhubungan erat dengan melemahnya kemampuan penis dalam melakukan ereksi.

Seorang endrokinologi dari University of Adelaide, Prof Gary Wittert pun menyebutkan bahwa salah satu penyebab Erectile Disfunction (ED) adalah penyakit arteri koroner yang berasal dari tingginya kolesterol.

"Pembuluh darah di bagian penis sangat identik dan terhubung dengan pembuluh darah pada jantung. Jika semakin banyak kolesterol yang menyumbat pembuluh darah, maka darah akan sulit mengalir ke daerah penis," ujar Gary.

Studi yang dilakukan oleh Dr Ian Thompson dari Texas Health Science Center pun menunjukkan hal yang serupa. Sebanyak 19.000 responden pria pun diikutsertakan dalam penelitian tersebut.

Hasil studi itu pun melaporkan bahwa para pria yang kesulitan membangunkan Mr P-nya memiliki masalah dengan jantung, rokok dan strok.

Namun Ian membantah jika disebutkan bahwa masalah ereksi datang seiring bertambahnya usia. "Saya percaya bahwa usia tidak terlalu mempengaruhi masalah disfungsi ereksi, meskipun memang ada juga yang demikian. Yang harusnya lebih dikhawatirkan adalah masalah obesitas dan kolesterol," ujar Ian.

Selain kolesterol, masih banyak penyebab loyonya si Mr P yang harus diwaspadai. Cari tahu apakah Anda memiliki faktor-faktor penyebab seperti hipertensi, diabetes, sklerosis, atherosclerosis, rokok, alkohol, obat-obatan, kesalahan operasi, pengobatan kanker, kecelakaan fisik, depresi, stres, konflik dengan pasangan, bersepeda atau naik motor dalam jangka lama.