Tampilkan postingan dengan label SYI'AR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYI'AR. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 26, 2009

Motivasi Kasih Ibu

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya

Suaminya sudah lama meninggal karena sakit Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan

Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembal

Jumat, Juli 24, 2009

Dalam 7 Hari yang Telah Lalu

Hari per-1, tahajudku tetinggal Dan aku begitu sibuk akan duniaku Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn Dalam waktu tidak sampai 1 hari aku telah selesai membacanya Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yangg ada disamping kiri & kananku Padahal ba’da magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap-sayapnya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai.... Dari hari ke hari, bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku.....

Detik-Detik Rasulullah Menjelang Wafat

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.

Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? "Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini? "Tanya Jibril lagi."Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? "Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

" Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. " Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku,umatku, umatku" Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wasalim 'alaihi.

Tragedi WTC ada dalam QS. At Taubah???

Kemarin aku cukup tercengang mendapat email dari rekan yang mengatakan bahwa tragedi WTC ternyata sudah dituturkan Allah dalam Qs. At Taubah :109...

109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.

Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim... WTC yang runtuh di kota New York pada tanggal 11/9/2001 berada di jalan JERF HAR telah disebutkan di atas pada kata "JURUFIN HAR" oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai "ditepi jurang yang runtuh" ternyata adalah nama sebuah jalan dikot New York tadi, JERF HAR.

Surat Attaubah terletak pada juzz 11 menunjukkan tanggal 11 kejadian tsb, tgl terjadinya tragedi WTC. Sedangkan angka 9 yang menunjukkan bulan September, sama dengan QS. Attaubah yang berada pada urutan Alquran, dimana surat Attaubah berada pada urutan ke 9. Ayat 109......ternyata jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat..!!! Kejadian tersebut pad atahun 2001, setelah dihitung2, jumlah huruf di Surat At Taubah ada 2001 ayat!!!

Subahanallah.... Ternyata Allah telah memberikan khabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia. Inikah mukjizat Alqur'an?? Yang telah membuktikan kejadian pada masa yang akan datang?

Kamis, Juli 23, 2009

Meraih Kesuksesan dengan 7 B

Abdullah Gymnastiar

Harta, pangkat, dan jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Semoga Allah Yang Mahaagung mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas kesuksesan. Sebab, orang yang diuji dengan kegagalan ternyata lebih mudah berhasil dibandingkan mereka yang diuji dengan kesuksesan.

Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan, tapi sedikit orang yang tidak tahan ketika menghadapi kemudahan. Ada orang yang bersabar ketika tidak mempunyai harta, tapi banyak orang yang tidak bisa mengendalikan diri saat dikaruniai harta yang melimpah. Ternyata, harta, pangkat, dan jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Apa sebenarnya kesuksesan itu? Boleh jadi setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai kesuksesan. Namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan. Dalam pandangan Islam, kesuksesan tidak sekadar aspek dunia belaka, tapi menyentuh pula aspek akhirat.

Kesuksesan, setidaknya mencakup lima hal. Pertama, kalau aktivitas yang kita lakukan menjadi suatu amal. Apalah artinya kita banyak berbuat kalau tidak bernilai amal. Kedua, bila nama kita semakin baik. Apalah artinya kita mendapatkan uang, mendapatkan harta atau kedudukan kalau nama kita coreng-moreng. Ketiga, kalau kita terus bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan. Apalah artinya jika harta bertambah, tetapi ilmu dan pahala tidak bertambah. Bila ini yang terjadi, kita hanya akan terjebak oleh harta yang kita miliki.

Keempat, kita disebut sukses kalau kita dapat menjalin silaturahmi dengan orang lain, sehingga bertambah saudara. Apalah artinya mendapatkan uang dan kedudukan, tetapi musuh kita bertambah banyak. Dengan terjalin silaturahmi, insya Allah akan semakin banyak orang yang mencintai kita. Bila orang sudah cinta, maka ia akan mengerahkan ilmunya untuk menambah ilmu kita, mencurahkan wawasannya untuk mengembangkan wawasan kita, serta memberikan tenaga dan hartanya untuk melindungi kita.

Kelima, kita disebut sukses bila pekerjaan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya". Semakin banyak menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain, maka semakin sukseslah diri kita.

Pada hakikatnya kesuksesan itu milik setiap orang. Yang menjadi masalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu. Setidaknya ada tujuh formula yang dapat kita lakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Saya menyebutnya dengan 7B. Ketujuh teknik ini harus ada semuanya, jika salah satu tidak ada, maka belum bisa dikatakan sebuah kesuksesan.

B pertama, beribadah dengan benar. Ibadah adalah fondasi dari niat, fondasi dari track yang akan kita buat. Siapapun yang ingin membangun kesuksesan, ia harus memperbaiki ibadahnya. Perbaiki, terus perbaiki ibadah. Siapa yang akan membimbing kita jika ibadah kita buruk? Siapa yang akan melindungi kita dari ketergelinciran kalau ibadah kita tidak jalan? Bukankah Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang ibadahnya baik. Intinya, ibadah adalah fondasi yang akan membuat kita agar senantiasa terjaga dalam jalur yang tepat.

B kedua, berakhlak baik. Akhlak yang baik adalah bukti dari ibadah yang benar. Apapun yang kita lakukan, kalau dilandasi akhlak yang buruk niscaya akan berakhir dengan kehancuran. Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu? Merespons segala sesuatu dengan sikap yang terbaik.

B ketiga, belajar tiada henti. Karena itu, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah apakah kita menyukai belajar? Setiap hari masalah bertambah, kebutuhan bertambah, dan situasi berubah. Bagaimana mungkin kita menyikapi situasi yang terus berubah dengan ilmu yang tidak bertambah!

B keempat, bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Curahan keringat tak selalu identik dengan kesuksesan. Berpikir cerdas adalah merupakan bagian dari kerja keras. Pada prinsipnya, sebuah hasil yang maksimal akan diraih bila kita mampu mengaktualisasikan ibadah, akhlak, dan ilmu kita dalam pekerjaan yang berkualitas.

B kelima, bersahaja dalam hidup. Ini poin yang sangat penting. Banyak orang bekerja keras dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia tidak dapat mengendalikan dirinya. Bersahaja itu bukan miskin, bersahaja adalah menggunakan sesuatu sesuai keperluan. Dengan bersahaja kita akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tidak diperbudak keinginan.

B keenam, bantu sesama. Gemar membantu orang lain adalah tanda kesuksesan. Kita harus gigih agar kelebihan yang kita miliki dapat menjadi nilai tambah bagi sesama.

B ketujuh, bersihkan hati selalu. Bila hati kita berpenyakit, maka akan tumbuh rasa ujub, ria, sum'ah, takabur, dan lainnya. Kondisi ini akan membuat amal-amal kita tidak berarti; tidak indah lagi di dunia dan tidak berkah lagi untuk akhirat. Allah SWT berfirman, Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (QS. Asy-Syu'ara: 88-89).

Andaikata formula ini kita lakukan dengan baik, Insya Allah akan berdampak untuk kesuksesan diri, berdampak pada lingkungan, dan pada saat yang sama berdampak pula pada kesuksesan kita di akhirat. Wallahu a'lam bishawab

Menghafal Alqur'an

Di Arab Saudi gerakan menghafal Alquran masuk ke mana-mana termasuk penjara yang bisa mendapatkan remisi, untuk kasus narkoba bagi remaja juga diwajibkan untuk menghapal Alquran sebagai sanksi. Hafal Alquran mestinya memang tak mengenal waktu dan usia.

Gerakan menghafal biasa dilakukan anak-anak, remaja, dan dewasa 40 tahunan. Namun, kali ini berbeda. Muhammad Abdullah Musa yang sudah berusia 70 tahun berhasil menyelesaikan hafalan Alqurannya dan lulus dengan penghargaan dari Lembaga Tahfizul Quran, Jeddah, dengan nilai 91. Acara diselenggarakan hari Kamis, 16 Juli kemarin di Masjid Raja Abdul Aziz, Jeddah.

"Ketika saya masih muda, saya sudah menghafal dua juz Alquran tetapi kemudian lupa karena problema hidup," kata Musa seperti dikutip harian Arab News edisi akhir pekan kemarin.

Bagaimana pun, kecintaannya kepada Alquran mendorongnya terus untuk menyelesaikan hafalan Alquran secara utuh dan penuh, meski usia tak lagi muda dan mulai terkendala faktor ingatan. Sebab, hafalan Alquran yang lupa akan menumpuk dosa. Maka, ia kemudian bergabung dengan program-program khusus yang diadakan di masjid pada malam hari untuk laki-laki tua. "Hal ini memberi orang tua seperti saya dan pekerja di siang hari sebuah kesempatan untuk mempelajari kitab Allah," katanya.

Musa menghafal secara rutin serta mendapat bimbingan dari Masjid Raja Abdul Aziz. Di sini ia berhasil menyelesaikan hapalan 10 juz.

"Pada awalnya saya mengalami kesulitan besar dalam pelafalan dan tajwid, tetapi kemudian dapat teratasi masalahnya," katanya.

Kemudian ia bergabung dengan Lembaga Tahfidzul Quran di Mesjid Salah Karamah, Jeddah, dan berhasil menyelesaikan hapalan 30 juz. "Saya menghapal dua sampai tiga halaman setiap hari. Di malam hari saya pergi ke Mesjid Raja Abdul Aziz Masjid untuk mengulang (takrir) sekitar 2 juz," katanya.

Menurut Musa, ia bisa menyelesaikan hafalan karena dorongan anak dan istri. Walaupun secara usia, dia sudah sangat lanjut. Apalagi jarak antara mesjid yang membinanya dengan rumah tempat tinggalnya berjarak enam kilometer. Dalam usia yang semakin mendekati kematian itu, hafalan Aquran justru memicunya untuk bisa bersama Rasulullah di sorga kelak

Rabu, Juli 22, 2009

Steven Indra Terpikat Islam Karena Shalat

By Republika Newsroom

Seorang mualaf ibarat besi yang baru jadi. Saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Kalau tidak ditempa, tidak akan tajam.

Bagi Steven Indra Wibowo, agama adalah sebuah pilihan hidup. Seperti filosofi yang dianut oleh para leluhurnya, setiap pilihan inilah yang nantinya menjadi pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan. ‘’Bagi saya, Islam adalah pegangan hidup,’’ ujar pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1981 ini kepada Republika.

Sebelum memutuskan memeluk Islam, Indra adalah seorang penganut Katolik yang taat. Ayahnya adalah salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel. Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia. Karena itu, tak mengherankan jika sang ayah menginginkan Indra kelak mengikuti jejaknya dengan menjadi seorang bruder (penyebar ajaran Katolik—Red).

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sejak usia dini ia sudah digembleng untuk menjadi seorang bruder. Oleh sang ayah, Indra kecil kemudian dimasukkan ke sekolah khusus para calon bruder Pangudi Luhur di Ambarawa, Jawa Tengah. Hari-harinya ia habiskan di sekolah berasrama itu. Pendidikan kebruderan tersebut ia jalani hingga jenjang SMP. ‘’Setamat dari Pangudi Luhur, saya harus melanjutkan ke sebuah sekolah teologi SMA di bawah Yayasan Pangudi Luhur,’’ ujarnya.

Karena untuk menjadi seorang bruder, minimal harus memiliki ijazah diploma tiga (D3), selepas menamatkan pendidikan teologia di SMA tahun 1999, Indra didaftarkan ke Saint Michael’s College di Worcestershire, Inggris, yaitu sebuah sekolah tinggi khusus Katolik. Di negeri Ratu Elizabeth itu, pria yang kini menjabat sebagai sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini mengambil jurusan Islamologi.

Selama menempuh pendidikan di Saint Michael’s College ini, Indra mempelajari mengenai hadis dalam ajaran Islam. ‘’Intinya, kita mempelajari hadis dan riwayatnya itu untuk mencari celah agar orang Muslim percaya, bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka tidak benar. Memang kita disiapkan untuk menjadi seorang penginjil atau misionaris,’’ paparnya. Bahkan, untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, ia harus melakoni prosesi disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan.

Namun, seiring dengan aktivitasnya sebagai seorang penginjil, justru mulai timbul keraguan dalam dirinya atas apa yang ia pelajari selama ini. Apa yang dipelajarinya, bertolak belakang dengan buku-buku yang ia temui di toko-toko buku. Hingga akhirnya, suatu hari tatkala mendatangi sebuah toko buku ternama di Jakarta, ia menemukan sebuah buku karangan Imam Ghazali. Buku yang mengulas mengenai hadis dan sejarah periwayatannya itu cukup menarik perhatiannya.

Dari semula hanya sekadar iseng membaca gratis sambil berdiri di toko buku tersebut, Indra akhirnya memutuskan untuk membelinya. ‘’Setelah saya baca dan pelajari buku tersebut, ternyata banyak referensi dan penjelasan mengenai hadis yang diriwa -yatkan oleh Bukhari dan Muslim. Akhirnya, saya juga memutuskan untuk membeli buku kumpulan hadis-hadis Bukhari dan Muslim,’’ kata dia.

Berawal dari sinilah, Indra mulai mengetahui bahwa hadishadis yang selama ini dipelajarinya di Saint Michael’s College, ternyata tidak diakui oleh umat Islam sendiri. ‘’Hadis-hadis yang saya pelajari tersebut ternyata maudhu’ (palsu). Dari sana, kemudian saya mulai mencari-cari hadis yang sahih,’’ tukasnya.''

Dari Katedral ke Istiqlal Keinginan Indra untuk mempelajari ajaran Islam, tak hanya sampai di situ. Di sela-sela tugasnya sebagai seorang penganut Katolik, diam-diam Indra mulai mempelajari gerakan shalat. Kegiatan belajar shalat itu ia lakukan selepas menjalankan ritual ibadah Minggu di gereja Katedral, Jakarta. Tak ada yang mengetahui kegiatan ‘mengintipnya’ itu, kecuali seorang adik laki-lakinya. Namun, sang adik diam saja atas perilakunya itu.

‘’Ketika waktu shalat zuhur datang dan azan berkumandang dari seberang (Masjid Istiqlal—Red), kalung salib saya masukkan ke dalam baju, sepatu saya lepas dan titipkan. Kemudian, saya pinjam sandal tukang sapu kebun di Katedral. Setelah habis shalat, saya balik lagi mengenakan kalung salib dan kembali ke Katedral,’’ paparnya.

Aktivitasnya yang ‘konyol’ di mata sang adik itu, ia lakoni selama dua bulan. Dan, berkat kerja sama sang adik pula, tindakan yang ia lakukan tersebut tidak sampai ketahuan oleh ayahnya. Dari situ, lanjut Indra, ia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat dan selama shalat diam semua. Tahap berikutnya, ayah satu orang putri ini mulai belajar shalat maghrib di sebuah masjid di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Ketika itu, ia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.

‘’Dari situ, saya mulai mengetahui ternyata ada juga shalat yang bacaannya keras. Kemudian, saya mulai mempelajari shalat-shalat apa saja yang bacaannya dikeraskan dan tidak.’’ Setelah belajar shalat zuhur dan maghrib, ia melanjutkan dengan shalat isya, subuh, dan ashar. Kesemua gerakan dan bacaan shalat lima waktu tersebut ia pelajari secara otodidak, yakni dengan cara mengikuti apa yang dilakukan oleh jamaah shalat. Sampai tata cara berwudhu pun, menurut penuturannya, ia pelajari dan hafal dengan menirukan apa yang dilakukan oleh para jamaah shalat.

‘’Saya lihat orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru setelah sepi saya mempraktikkannya. Dan, Alhamdulillah dalam waktu seminggu saya sudah bisa hafal gerakan berwu -dhu. Begitu juga, dengan gerakan shalat dan bacaannya. Saya melihat gerakan imam dan mendengar bacaannya sambil berusaha mengingat dan menghafalnya,’’ terang Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga), sebuah lembaga yang mewadahi silahturahim, informasi, konsultasi, dan pembinaan agama Islam.

Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai tata cara ibadah shalat, Indra pun mencoba mencari tahu arti dan makna dari setiap gerakan serta bacaan dalam shalat, melalui buku-buku panduan shalat yang harganya relatif murah. Melalui shalat ini, ungkap Indra, ia menemukan suatu ibadah yang lebih bermakna, lebih dari hanya sekadar duduk, kemudian mendengarkan orang ceramah dan kadang sambil tertidur, akhirnya tidak dapat apa-apa dan hampa.

‘’Ibaratnya sebuah bola bowling, tampak di permukaan luar -nya keras dan kokoh, tetapi di dalamnya kosong. Berbeda de ngan ibadah shalat yang ibaratnya sebuah kelereng kecil, wa lau pun kecil, di dalamnya padat. Saya lebih memilih menjadi se buah kelereng kecil daripada bola bowling tersebut,’’ ujar nya mengumpamakan ibadah yang pernah ia lakoni sebelum menjadi Muslim dan sesudahnya.

Tujuh jahitan Setelah merasa mantap, Indra pun memutuskan untuk masuk Islam dengan dibantu oleh seorang temannya di Serang, Banten. Peristiwa itu terjadi sebelum datangnya bulan Ramadhan di tahun 2000. Keislamannya ini, kata dia, baru diketahui oleh kedua orang tuanya setelah ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kabar mengenai keislamannya ini diketahui orang tuanya dari para rekan bisnis sang ayah.

Karena mungkin pada waktu itu, papa saya sedang mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang dan Pluit, makanya papa punya banyak kenalan dan teman. Dan, mungkin orang-orang itu sering melihat saya datang ke masjid dan mengenakan peci, makanya dilaporkan ke papa, kenangnya. Ayahnya pun memutuskan untuk mengirim orang untuk memata-matai setiap aktivitas Indra sehari-hari. Setelah ada bukti nyata, ia kemudian dipanggil dan disidang oleh ayahnya. Saya beri penjelasan kepada beliau bahwa Islam itu bagi saya adalah pegangan hidup.

Di hadapan ayahnya, Indra mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan bahwa pastur yang selama ini ia hormati ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian juga, dengan para frater yang menghamili siswinya dan para bruder yang menjadi homo. Ibaratnya saya pegangan ke sebuah pohon yang rantingranting daunnya pada patah, dan saya rasa pohon itu sudah mau tumbang kalau diterpa angin. Sampai akhirnya, saya ketemu dengan sebatang bambu kecil, yang tidak akan patah meski diterpa angin.

Seakan tidak terima dengan penjelasan sang anak, ayahnya pun menampar Indra hingga kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung saat kejadian tersebut sang ibu langsung membawa Indra ke Rumah Sakit Atmajaya. Sebagai akibatnya, ia mendapatkan tujuh jahitan di bagian dahinya. Kendati begitu, ibunya tetap tidak bisa menerima keputusan putra pertamanya tersebut.

Tidak hanya mendapatkan tujuh jahitan, oleh ayahnya kemudian Indra diusir setelah dipaksa harus menandatangani surat pernyataan di hadapan notaris, mengenai pelepasan haknya seba gai salah satu pewaris dalam keluarga. Saya tidak boleh menerima semua fasilitas keluarga yang menjadi hak saya,ujarnya. Meski hidup dengan penuh cobaan, ungkap Indra, masih ada Allah SWT yang menyayanginya dan membukakan pintu rezeki untuknya. Salah satunya, proposal pengajuan beasiswa yang ia sampaikan ke Universitas Bina Nusantara (Binus) disetujui. Di Binus juga, ia mempunyai waktu luang dan kesempatan untuk menyampaikan syiar Islam, baik melalui forumforum pengajian maupun internet.

Karena itu, saya melihat mualaf itu ibaratnya sebuah besi yang baru jadi. Jadi, saatnya Allah menempa kita dan menjadikannya sebilah pedang. Jadi, kalau tidak ditempa, tidak akan tajam, katanya. nidia zuraya

Biodata Nama : Indra Wibowo Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981 Masuk Islam : 2000 Status : Menikah dan mempunyai satu orang putri Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran Aktivitas : - Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) - Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)

Senin, Juli 13, 2009

Pengusaha

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh," Tuhan, aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat,'" ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Orang Bertanya ... ?

01] Siapakah orang yang sibuk?

Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu ibadatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti Kerajaan Raja Salomo, Anak Raja Daud Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadat.............. dan bersegeralah!

02] Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berucap " Tuhan yang memberi, dan Tuhan yang mengambil. Terpujilah Tuhan." Kemudian berkata,"Ya Tuhan, aku bersyukur dengan kehendak-Mu ini", sambil mengukir senyuman. Maka berbaik hatilah dan bersabar...............

03] Siapakah orang yang kaya ?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang engkau terima dan berbagilah.......

04] Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada dan selalu menumpuk-numpukkan harta duniawi. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...........

05] Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Maka hargailah waktumu dan bersegeralah..............

06] Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda.............................

07] Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang. Maka beramal salehlah selagi sempat dan mampu...............

08] Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia............

09] Siapakah orang yang mempunyai akal ?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni Sorga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari Api Neraka. Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap kerahiman-Nya ..............

Kamis, Juli 09, 2009

Gereja di Amerika : "Islam is of The Devil"

sumber : eramuslim.com
Sebuah gereja di wilayah barat laut kota Gainesville Amerika Serikat, memasang papan tanda di depan gereja dengan tulisan berwarna merah berbunyi "Islam is of The Devil" (Islam adalah Setan) sebagai bagian dari ungkapan ke 'rejiliusan' dari kepercayaan jemaat gereja tersebut dan yang lebih parahnya lagi, papan yang berisi tulisan yang menghina Islam itu, mereka anggap sebagai pesan dari sebuah tindakan yang luar biasa atas nama cinta.

Beberapa masyarakat yang tinggal didekat gereja tersebut sebenarnya merasa gerah dan risih membaca papan di depan gereja karena telah menimbulkan protes dan aksi vandalisme balasan terhadap gereja.

"Ungkapan ini bagian dari cara kami mengatakan bahwa hanya ada satu jalan, dan tentunya itu adalah jalan kekristenan. Hal ini memberikan penjelasan kepada masyarakat, bagaimana jalan yang benar dan jalan yang benar adalah Yesus dan hanya Yesus," kata pastor senior Terry Jones. "Kami rasa papan tanda yang ada di depan gereja kami adalah sebuah tindakan untuk memberikan masyarakat kesempatan untuk memilih."

Namun pastor Terry Jones mengakui bahwa tidak semua orang menerima papan tanda tersebut. Gereja telah menerima lebih dari 100 panggilan dalam 24 jam berkaitan dengan papan tanda yang menghina Islam itu, kata Jones menambahkan. Dan dia melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif.

Sejak papan tanda yang berisi kata-kata menghina Islam itu dipasang, telah beberapa kali papan itu dicopot oleh orang yang tidak dikenal, namun pihak gereja kembali memasangnya.

Pastor Terry Jones mengatakan bahwa tindakan vandalisme yang mencopot papan tanda yang berada di depan gereja akan dilaporkan ke polisi dan dia juga mengatakan bahwa pihak mereka (gereja) tidak ada rencana untuk menghapus ataupun merubah serta mencopot papan tersebut.

"Kami sebenarnya memasang papan tanda itu sebagai bagian dari peringatan atas pertumbuhan Islam yang besar saat ini. Islam adalah agama yang keras dan menindas serta tidak ada kaitannya dengan kebenaran Injil," ujar Jones. "Kami akan terus mencoba menyampaikan pesan bahwa Yerus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan."

Pada waktu yang akan datang, gereja mungkin akan merubah pesan yang terdapat dalam papan tanda dengan pesan-pesan keyakinan gereja terhadap perkawinan sejenis atau soal aborsi, kata pastor Jones. Gereja juga menyampaikan pesan-pesan yang diposting di situs berbagi video YouTube, ujarnya.

Selasa, Juli 07, 2009

Meningkatkan Cinta Anak Kepada Allah

Di tengah kesibukan anak mengikuti berbagai pelajaran tambahan seperti les piano, les tari atau berbagai kegiatan bakat lainnya, apakah anak Anda memiliki waktu untuk lebih mengenal alam? Mengenalkan alam pada anak dapat meningkatkan kesadaran mereka akan kebesaran Allah SWT selain itu juga dapat memperkuat iman.

Kapan terakhir kali Anda mengajak anak pergi ke luar untuk menikmati suasana pegunungan atau pedesaan? Apakah anda pernah membuat ciptaan Allah SWT menjadi tampak lebih menarik bagi anak-anak? Berikut ada sepuluh saran agar anak lebih mencintai alam dan pencipta-Nya.

• Mengunjungi tanah pertanian. Kebanyakan kita tidak terlalu peduli bagaimana padi bisa menjadiberas. Makanan yang terhidang di meja saji lah yang justrumenghampiri kita melewati bermil-mil perjalanan. Anak-anak hanya bisa membayangkan bagaimana jeruk berbuah di pohon atau ayam mengerami telurnya. Sayang sekali anak-anak tidak melihat tanaman tumbuh dan sapi memakan rumput, mereka tidak bisa memahami keajaiban dan keberkahan makanan. Bagaimana anak dapat melihat kebesaran Allah SWT jika mereka belum pernah melihat tanaman tumbuh dan memproduksi makanan?

• Mengunjungi tempat pembuangan sampah. Kita seringkali melemparkan sesuatu ke dalam tong sampah tanpa berpikir kemana sampah-sampah itu dibawa atau apa yang akan terjadiseterusnya. Ajaklah anak mengunjungi tempat akhir pembuangan sampah. Sebutkan juga beberapa tempat akhir pembuangan sampah. Anak-anak Anda mungkin akan terkejut dengan banyaknya sampah yang dihasilkan setiap hari. Dengan begitu anak akan lebih mengahargai alam dengan. Mengingatkan mereka bahwa Allah memberitahu kita untukjangan terlalu banyak memproduksi sampah. Seperti yang di firmankan Allah SWT, "makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)

• Bertanam. Buatlah taman di rumah. Ajak anak untuk menanam tumbuhan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk bisa berhubungan dengan alam daripada menggali dan menjadi kotor. Mereka akan sangat bangga dengan prestasi yang mereka raih melihat hasil bercocok tanam mereka.

• Membuat kompos. Dengan membuat kompos anak dapat mengetahui siklus kehidupan. Membuat kompos dapat mengajarkan anak mencintai lingkungan.

• Mengamati mahkluk hidup. Berjalan-jalan di alam bersama anak dan melakukan pengamatan secara sederhana. Bagaimana cacing bergerak dan menghitung kelopak bunga. Ungkapkan keindahan dan keajaiban akan ciptaan Allah SWT.

• Mengamati langit. Berjalan-jalan di tengah kota saat malam hari, melihat bintang bersinar. Sebagian besar anak akan terkesima dengan kilauan bintang yang terlihat meski dari jarak yang sangat jauh. Ceritakan pada anak bagaimana penciptaan bintang, seberapa jauh bintang berada dan seberapa luas penciptaan Allah.

• Mengamati cuaca. Pergi ke luar rumah untk merasakan berbagai cuaca. Hujan, panas atau angin yang bertiup kencang. Ajarkan doa-doa yang diucapkansaat cuaca hujan, panas atau berangin. Ceritakan kemuliaan AllahSWT telah menciptakan berbagai fenomena alam.

• Mengamati air. Mengamati sungai atau air terjun. Perhatikan ritme, kesejukan, dan keindahan gerakan air yang menciptakan suasana hati yang sempurna untuk mencerminkan syukur pada ciptaan Allah. Berbicara dengan anak-anak tentang bagaimana Allah mengatur siklus air dari tanah ke langit dan kembali ke bumi untu dimanfaatkan oleh manusia.

• Mengamati daun. Tunjukan pada anak perubahan warna daun saat masih berada di ranting dan saat telah gugur. tantang anak untuk menggambarkan dan mendiskusikan betapa manusia tidak akan mampu membuat sesuatu yang lebih indah dari ciptaan Allah SWT.

• Berkemah. Pengalaman hidup di luar rumah ditemani suara serangga, burung atau binatang lainnya dapat menumbuhkan rasa natural anak. Memasak, mencuci dan tidur di luar akan membawa anak lebih mengenal Allah Tanpa diganggu oleh alat-alat elektronik. Gunakan kreatifitas Anda untuk mengenalkan kekuasaan Allah melalui alam pada anak

Senin, Juli 06, 2009

Muslim New York Tuntut Libur di Hari Raya Islam

By Republika Newsroom Sabtu, 04 Juli 2009 pukul 14:26:00

NEW YORK -- Muslim di Kota New York, Negara Bagian New York, Amerika Serikat menuntut pemberlakuan hari libur akademik untuk hari raya Islam. Sejauh ini, baru hari raya Umat Nasrani dan Yahudi yang secara umum diliburkan dalam kalender sekolah
Salah seorang dari warga muslim Kota New York tersebut adalah Moneeb Hassan (17 tahun). Kasus terakhir, ia harus memilih antara merayakan Idul Adha atau mengikuti ujian nasional di SMA tempatnya bersekolah. Akhirnya, ia memilih keduanya. Mengikuti ujian sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha.

“Orang-orang datang ke negara ini untuk kebebasan beragamanya. Kami hanya meminta perlakuan yang adil dan setara," ujar Hassan seperi dikutip kantor berita Associated Press.

Saat ini, di Kota New York hanya hari raya dari Agama Nasrani dan Yahudi yang diikuti dengan libur sekolah. Padahal, di catat oleh survei yang dilakukan Universitas Columbia, New York, ada sebanyak 10 persen dari seluruh murid di Kota New York yang beragama Islam.

Pendukung hari libur untuk hari besar Islam beranggapan bahwa dewan sekolah perlu mengadakan libur ini mengingat jumlah muslim di Kota New York yang terus tumbuh.

Anggota Dewan Kota, Robert Jackson yang juga seorang muslim mengatakan bahwa ia dan sebanyak 80 komunitas di kota itu akan segera memulai mendesak Walikota untuk mendukung hari libur muslim ini. “Kalau walikota menolak, kami akan mempertimbangkan aksi hukum. Diskriminasi bisa jadi alasan kami untuk mengadili Walikota terkait isu ini,” ujar Jackson.

Sementara, Walikota New York, Michael Bloomberg mengatakan menolak permintaan ini. Pasalnya ia menilai jika permohonan libur untuk Hari Raya Islam dikabulkan, maka komunitas agama lain di Kota New York juga akan meminta hal serupa.

“Salah satu masalah dengan kota yang beragam seperti ini (New York) adalah kalau kita meliburkan sekolah untuk setiap hari raya, maka tidak akan tersisa lagi waktu untuk sekolah,” ujar Bloomberg pada wartawan, Selasa (2/7) .

Sehari kemudian Bloomberg secara tersirat mengatakan akan melakukan peninjauan terhadap permohonan libur sekolah bagi Hari Raya Islam ini. Begitupun, ia mengaku masih teguh dengan pendirian awalnya bahwa menghormati setiap hari raya keagamaan tidak praktis.

Dukungan untuk hari libur muslim ini juga datang dari Rabbi Michael Weisser dari Free Synagogue di Queens, Kota New York. “Anak-anak (Yahudi) dapat libur pada perayaan Hashanah. Mereka yang berpikiran sehat seharusnya sepakat bahwa Islam yang juga “agama saudara” kami dapat keringanan yang sama. Ini masalah keadilan,” ujar Weisser.

Di Negara Amerika Serikat, beberapa sekolah distrik di New Jersey dan Michigan sudah mengadakan libur untuk Hari Raya Islam. Sementara, permohonan untuk libur di Baltimore dan Conecticut, yang tak jauh dari New York, belakangan tak direstui pemerintah setempat.

Sabtu, Juli 04, 2009

Facebook Kembali Bikin Ulah

Ketakutan akan Jihad dan Islam, sepertinya sudah sampai ke ubun-ubun di para petinggi Facebook. Setelah kemarin situs jejaring sosial terkenal Facebook mendelete beberapa account yang dimiliki grup Cyber Jihad Community yang digawangi oleh Muhammad Jibriel a.k.a Prince of Jihad yang gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Sekarang setelah pemberitaan di Eramuslim dan Arrahmah yang memuat berita tentang watak aslinya Facebook yang anti Islam dan Jihad, dengan arogannya Facebook juga menghapus account Facebook dari grup Arrahmah. Grup Arrahmah di Facebook memiliki member tidak kalah banyaknya dengan grup Cyber Jihad Community, ada ribuan member yang terdaftar dalam jaringan grup tersebut. Sama seperti grup Cyber Jihad Community, grup Arrahmah yang merupakan satu jaringan dari Arrahmah Media juga rajin dan lantang menyerukan Jihad. Arrahmah beberapa waktu lalu sempat membuat heboh jagat perinternetan Indonesia dan dunia, sewaktu situs mereka memuat foto Imam Samudra (insyaAllah Syahid) setelah di eksekusi mati oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya tidaklah aneh kalau situs jejaring sosial bikinan Mark Zuckenberg yang merupakan alumni Harvard ini anti Islam apalagi dengan yang namanya Jihad, karena Mark sendiri adalah anggota dari Alpha Epsilon Pi,Perkumpulan persaudaraan mahasiswa Yahudi. Watak asli Yahudi, yah anti Islam. Namun ada kabar baik bagi kaum Muslimin penggiat situs jejaring sosial, yang memanfaatkan situs tersebut untuk berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam di dunia maya. Jaringan Arrahmah Media dalam waktu dekat akan meluncurkan situs jejaring sosial Islam dengan nama Nahnumuslim.com (Kami adalah Muslim). Dan dijamin di situs jejaring sosial Islami Nahnumuslim.com ini tidak akan ada penghapusan account, selagi member tidak menyerukan dan mensosialisasikan nilai-nilai kekufuran dan kesesatan. Maju terus penggiat dakwah di dunia maya. Allahu Akbar!!(fq)
sumber : Eramuslim.com

Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya

Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam. Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media. Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam. Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman. Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut. Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, "wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk.." ujar salah satu komentar. "Al Qur'an memang tidak pernah salah....orang kafir tidak akan ridho selamanya......" ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, "Anti-jihad wajib dibasmi!" "Finally, it realized. see! 'they' cut the tongue of those who speak the truth," komentar lain menambahkan. Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini? Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana. Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam. Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.(fq/arrahmah)
sumber : Eramuslim.com

Senin, Juni 29, 2009

Tujuh Pintu Neraka

“Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)” (Qs al Hijr :44) Diriwayatkan dalam Anwar Nu'maniyah dan Biharul Anwar bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saww memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain nama-nama pintu tersebut adalah: 1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir. 2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah. 3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api). 4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api. 5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi. 6. Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir. Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saww maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: "Pintu ini untuk umatmu yang angkuh"; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka. Lalu, Nabi saww mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sampai beliau pingsan. Ketika siuman beliau berkata: “Wahai jibril, sesunggguhnya engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat. Akankah umatku masuk Neraka?" Kemudian Nabi saww mulai menangis. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab. Saat itu, Imam Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (al-A'la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saww). Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: " Aduhai! Sementara putri-putri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgasana emas, putri Nabi ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai”. Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan sang ayah, Ia melihat keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, kemudian ia berkata: "Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah Salman dan berkata "Apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?” Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -karena tangisan yang tidak terhenti- wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang di ceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?” Nabi saww menjawab, "Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab”. Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, "Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal". Setelah mengatakan ini beliau pingsan. Ketika siuman, beliau as berkata, "Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?” Nabi saww menjawab, "Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya. Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saww menangis dan meratap, "Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit". Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, "Aduhai seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini", Ammar bin Yasir berkata, "Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu, Salman menjawab, "Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka). Masihkah kita memandang remeh ancaman siksa neraka? Atau biarkan diri kita lalai dan sibuk dengan kesenangan dunia yang sementara ini? [islamalternatif.com] Oleh: Ahmad Fahmi Al-Jufri

Jumat, Juni 26, 2009

Pada Hari Dimana Kaki - Kaki Tergelincir

oleh : Al Shahida - Shahdan aku berada diantara jejalan manusia, berputar mengitari kubus hitam, Ka’bah. Tawaf... sebuah ritual bagian dari ibadah umroh. Ia bagai kehidupan, maju dan bergerak, ia juga bagai waktu..maju dan berputar. Ia tak pernah berhenti, juga dihentikan apalagi mundur. Berputar. Bergerak. Aku berada diantara kerumunan dan himpitan jamaah. Aku hanyut diantara gumam doa & dzikir yang melenakan yang membuat aku lupa semua. Lupa ummi ayahku, anak atau suami, kakak, adikku serta sahabat, ustazd, kolega, rekanan, mitra.Kecuali diri dan diri saja. Derap langkah dari kaki-kaki tak beralas tak mengenal usia terus mengitari kubus hitam. Terkadang berkejaran dikala tertinggal oleh sang rekan. Kami terus mengitari, ikuti sirkulasi hingga disudut rukun Yamani, lalu lari lari kecil sambil berdoa ' Robbana athina fi dunnya khasanah wa fiil akhirati khasanah waa qina 'azaban naar. Lalu memulai lagi dengan menghadap ke sudut ka’bah, dengan sekilas kecupan: 'Bismiallah Wa Allah Akbar..’ Jantungku berdegup, ada sebuah klik diqalbu, sebuah proses kimia yang hadir secara spontan. Kemistri ? Ada takjub, rasa damai berbaur haru pada sang Ka'bah. Ohh..jatuh cintakah aku? Bukan ! Bukan jatuh cinta pada sikubus hitam itu. Aku bukan penyembah Ka'bah. Entahlah. Sukar aku menggambarkan asa ini, tapi aku tahu ia hanyalah sebuah simbol keseragaman arah untuk menyembah sang Khalik kita. Saat bergerak mendekati Ka'bah, aku merasakan bahwa arus jamaah yang melakukan tawaf ibarat anak sungai yang bergabung dengan sebuah sungai besar. Terasa semakin dekat ke pusat tekanan dari keramaian orang, semakin terdesak masuk begitu kuat ke orbit Rumah Allah, sehingga seakan-akan kita diberi sebuah kehidupan baru. Pada putaran ketujuh..terbetik hasyrat tuk mengusap dan mengecup hajar aswad disudut kabah. Ahh..niat ini kuurungkan...ku tak mampu memerangi arus manusia yang begitu dahsyat hanya untuk mengusap atau mengecup sang batu hitam yang aku tahu kalau usapan itu tidak akan membawa manfaat atau madharat. Bukanlah sebuah syarat yang sarat untuk keafdholan tawafku. Tafakkur: Tawaf dan sholat sunnah usai kulakukan...ada ruang tersedia cukup untukku bersimpuh sejajar dengan pintu Mu’tazam, pintu dambaan setiap jamaah.Konon siapapun yang berdoa dipintu ini permohonnya di ijabah. Begitu kuberharap. 'Ohh, apalah diri ini? Betapa kecil dan kerdil dihadapnMu ya Rabb'. Begitu keluhku disaat keningku menyentuh lantai sejuk, dalam sujudku. Lalu kumohon hampura atas dosa dan khilaf, baik yang disengaja atau tidak, yang diketahui atau tidak, yang lalu, kini dan akan datang. Disitulah, di pintu Mu'tazam, sebagai salah satu tempat dan saat yang tepat untuk memohon kepada Allah: Ku-ucap kembali testimoniku, kesaksianku bahwa tidak ada Ilah tapi Allah, Rabbku, dan Muhammad adalah Rasulku, dan Islam sebagai Ad-din, penyerahan total dan utuh. Ya, dipintu ini kusampaikan komitmenku akan Islamku. Sirratal Mustaqim Saat itu terasa akan kesendirianku.Yaa aku tengah sendiri... kuberjalan terseok seok menyeret kakiku tanpak terompah. Sendiri. Di Padang Masyhar yang tak berbatas luas, putih menyilaukan mata, panas... kami digiring untuk menghadiri hari hari peradilan, hari hari pembalasan dan hari-hari lainnya. Sampai tiba saatnya aku berdiri diatas titian ‘Sirratal mustaqim...’ Lalu bagaimana aku bisa mementaskan diriku ke seberang sana..bagaimana aku bisa menginjakan kakiku tanpak terluka dan teriris oleh tajamnya Titian yang begitu berkilat menyilaiukan mata. Mampukah aku? Bisakah aku ya Rabb. Akan tergelincirkah aku, tercampakah aku di kuali NaarMu yang maha panas itu ? Aku hanyut dengan bayang dan khayalku sendiri. Sebelum aku tahu jawabnya...mataku memanas, perih dan meluncurlah bulir bulir air mata tak tertahankan. Aku disergap oleh rasa takut. Ngeri. Aku terpenjarakan oleh rasa khauf. Ya Rabb Tuhanku...sambil kuusap airmataku. Penghambaanku untukMu semata, kecintaanku pada sunnah da RasulMu, kuupayakan semaksimal mungkin. Aku senantiasa menjaga istiqomahku dalam kondisi dan lingkungan apapun agar aku tidak terjerembab pada kuala jahannam kelak. Kupejamkan mataku, lalu aku berbisik..bukankah aku selalu memohon padaMu, setiap hari, tujuh belas kali atau lebih agar aku, kami ditunjukan jalan yang lurus " Ih-dinaas-Siratal-Mustaqim". Ya Rabb Tuhanku... Akankah semua ibadah dan amalku Engkau terima? Akankah benih kebaikan yang pernah kusemai akan mementaskanku kesebarang titian sana ? " Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya". (QS. 99:7). Lalu aku didera lagi oleh selaksa pertanyaan. ‘Sudahkah aku meringankan beban dan kesusahan saudara-saudarakuku, sudahkah kita menyandangi tubuh mereka yang dhuafa dan rentan, mengenyangkan perutnya yang lapar...dan datang menjenguk menebar cinta dan kasih sayang ? Sudahkah? Kalaupun iya..mestiny aku, kita ‘ tanpak mengharap dan mencari pengakuan atau pujian manusia, tanpak meninggalkan sifat berbangga diri, tidak berlaku khianat kepada sahabat dan kerabat dan membebaskan sifat hasyad atau dengki, atau menahan amarah, atau untuk tidak membeberkan kejelakan orang lain sehingga Allah Murka pada hari perjumpaan nanti. Aku beristghfar...mataku nanar memandang motif gurat-gurat lantai marmer nan sejuk, sambil mengusap bulir-bulir air mata dipipiku... Lalu... sabarkah aku dikala ujian melanda, dikala cerca dan maki menerpaku, disaat sindiran dan cemoohan atau kritik datang bergantian memborbardir diriku ? Ikhlaskah aku ? Belum ya Rabb? aku menggeleng kepala...’Beluuum” Sering hati yang rapuh dan mudah hiba ini begitu mudah terjerembab hingga aku sering terkecoh oleh ego dan emosiku. Itulah sebabnya aku datang bersimpuh untuk memohon ampunan dan agar bulir air mata ini mampu membasuh dan membilas dosa serta membeningjernihkan qalbuku, mengikis karat-karat khurafat yang barangkali sempat menyelimut dikisi-kisi nuraniku. Baguskanlah akhlakku, akhlak kami, ...sehingga kami bisa mentas ke seberang Siratal mustaqim dan lulus menempati emperan JannahMu. Mudahkan derap langkah kakiku bersama saudaraku lainnya untuk sebuah keperluan hingga terpenuhi, hingga Engkau mengokohkan kak-kaki kami pada hari dimana kaki-kaki tergelincir. Penuhi permohonan ini ya Rabb. Amien

Memohon Kepada Allah agar Mati Syahid

oleh : Ihsan Tanjung - Islam merupakan ajaran yang tidak saja mengatur urusan kehidupan manusia di dalam kehidupannya di dunia. Islam mengatur kehidupan seseorang hingga persiapannya menuju alam berikutnya, yaitu Akhirat. Bahkan Islam menganjurkan setiap Muslim agar mengupayakan bentuk kematian yang paling mulia, yaitu mati syahid. Mati syahid secara umum berarti mati dalam perjuangan menegakkan agama Allah sebagai akibat pembunuhan oleh fihak musuh, yaitu kaum kuffar di medan perang. Namun selain itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga menyebutkan beberapa bentuk kematian yang bisa mengantarkan seseorang kepada derajat mati sebagai syuhada. Misalnya orang yang meninggal karena tenggelam atau saat sedang mempertahankan hartanya yang dirampas para perampok atau mati karena terkena wabah atau seorang wanita yang sedang berjuang melahirkan bayinya. Di antara kisah menarik soal mati syahid ialah pengalaman Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa sebagai berikut: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ “Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878) Sepulangnya beliau dari menunaikan ibadah Haji beliau menceritakan soal doanya kepada salah seorang sahabat di Madinah. Maka sahabat tersebut berkomentar: “Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid maka tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya.” Dengan ringan Umar radhiyallahu ’anhu menjawab: ”Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah.” Keesokan paginya, saat Umar radhiyallahu ’anhu mengimami sholat Subuh di masjid, tiba-tiba dalam kegelapan waktu pagi itu seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu’lu’ah menghunuskan kerisnya ke tubuh mulia sang Khalifah yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnyapun rubuh di samping mihrab. Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ’anhu segera menggantikan posisi Imam sholat melanjutkan hingga selesai sambil menangis sesunggukan mengkhawatirkan nasib Umar radhiyallahu ’anhu. Maka tidak lama sesudah itu Umarpun menghembuskan nafas terakhir. Beliau syahid di jalan Allah. Beliau wafat dalam keadaan sedang memimpin sholat kaum Muslimin. Subhanallah...!!! Berdasarkan riwayat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengharapkan mati syahid di jalan Allah merupakan suatu perbuatan yang dianjurkan dalam Islam. Bahkan ia merupakan kejadian yang dinanti-nantikan sehingga dituangkan dalam bentuk doa oleh para pendahulu kita. Asy-Syahid Abdul Aziz Ar-Rantisi, misalnya. Ia merupakan salah seorang pemimpin Hamas di Gaza, Palestina. Hanya beberapa waktu sebelum beliau wafat dalam sebuah wawancara beliau berkata: ”Setiap orang pasti menemui kematian. Kematian bisa datang dalam aneka bentuk. Andai aku boleh memilih, aku berharap mati syahid di jalan Allah dalam bentuk dirudal oleh helikopter Apache pasukan Yahudi Zionis Israel.” Beberapa waktu kemudian beliau benar-benar dirudal pasukan Zionis oleh helikopter Apache sebagaimana yang ia sendiri cita-citakan. Abdul Aziz Rantisi menemui mati syahid di jalan Allah. Subhanallah..!! Saudaraku, marilah kita tanamkan dalam diri kerinduan untuk mati syahid di jalan Allah. Sebab itu merupakan bentuk kematian yang paling mulia. Marilah kita awali dengan membiasakan diri sering-sering berdoa kepada Allah untuk meraih mati syahid di jalanNya. Setiap orang pasti mengalami kematian. Marilah kita memohon kepada Allah agar ruh kita dijemput burung-burung surga dalam bentuk terbaik yaitu mati syahid di jalan Allah. Memang kita hidup di negeri dimana perang tidak sedang berkecamuk. Sementara itu, kemungkinannya sangat tipis untuk bisa bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan, Irak atau Palestina misalnya. Maka menghadapi keadaan seperti ini kita harus optimis bahwa rezeki mati syahid tetap terbuka. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ “Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)

Kamis, Juni 25, 2009

Mengundang Kehadiran Malaikat di Rumah

Tak seorang muslimpun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syetan. Sebab kehadiran mereka di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian ruhani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga. Namun adalah rumah-rumah yang disenangi para malaikat itu? Jawabannya pasti ada. Sebab diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamna syetan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka. Lalu rumah mana saja yang akan dihadiri para malaikat itu? Berikut rumah-rumah yang dihadiri oleh malaikat. Diantaranya adalah : 1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud 2. Rumah yang senantiasa bersih 3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji 4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim 5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal 6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya. 7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran 8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu 9. Rumah yang penghuninya ada isteri salehah 10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram 11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak Di bawah ini akan saya paparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas : Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda “Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim) Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya. Sementara itu orang yang membcan Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan datangi malaikat, dijauhi syetan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi). Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa. Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaumu sebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim) Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi). Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.” Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi. Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu. Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memiliki anjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)" [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah] Ibnu Hajar berkata : "Ungkapan malaikat tidak akan memasuki...." menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)". Tetapi, pendapat lain mengatakan : "Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : "Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh setan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapa Jibril belum datang ?" Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. "Kapan anjing ini masuk ?" tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : "Entahlah". Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. "Mengapa engkau terlambat ? tanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: "Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)" [HR. Muslim]. Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing". [HR Muslim] Imam Nawawi mengomentari hadits tersebut : "Hadits di atas memberikan petunjuk bahwa membawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci dan malaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhah yang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94] Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim). Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkan dari syetan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasa meningkatkan bobot dan kapasitas keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini kita butuhkan karena hidup ini tidak pernah henti berputar. Waktu kita terus bergulir dan kita tidak bisa menghentikannya. Umur kita terus mengkerut dan kita tidak bisa lagi merentangnya. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal saleh dengan segera, tanpa ditunda!! Wallahu ‘alam bishawab. Samson Rahman, MA

Senin, Juni 22, 2009

Basuhlah Mukamu dan Tanganmu

Mebasuh muka atau berwudhu merupakan salah satu perintah kewajiban bagi ummat Islam sebelum melakukan ibadah solat wajib maupun solat sunnat. Hai orang orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan solat,maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku ,dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki ( ALMAIDAH ayat 6 ) Setelah kita lakukan wudhu dengan tata tertib yang wajib maupun yang disunnatkan maka dengan keimanan dan kerendahan hati kita menengadahkan tangan seraya berdo’a : Saya bersaksi tidak ada Tuhan yang sebenarnya patut disembah kecuali Allah yang Maha Esa,tidak ada sekutu Baginya dan saya bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad hambaNya dan utusanNya,Ya Allah jadikanlah saya orang yang taubat dan Orang yang suci. ( hadist Riwayat Ahmad,Muslim,dan Tirmizi ) Do’a inilah yang setiap saat kita baca,kita ucapkan selalu setelah berwudhu,yang tanpa kita sadari ucapan tersebut merupakan ikrar ,menjadi orang yang bertaubat ,orang yang suci. Ciri-ciri orang yang taubat sesuai wudhu yang dilakukan, sudah barang tentu tidak akan pernah melakukan kembali perbuatan - perbuatan yang di larang oleh Allah Swt, sehingga wudhu yang kita lakukan memang benar benar menjernihkan kembali segala perbuatan salah terhadap dosa muka ,tangan, telinga dan kaki. Dosa Muka yang hasil perbuatannya selalu berdusta,munafik,menipu dsb, Dosa tangan yang selalu mengerjakan pekerjaan pekerjaan yang mendatangkan dosa seperti mencuri,menerima yang bukan hak,dsb Dosa telinga yang selalu mendengarkan perkataan yang tidak baik. Dosa kaki yang selalu berjalan kepada perjalanan ke tempat tempat maksiat. Kalau memang disadari sepenuhnya do’a yang kita sebut maka ia akan melakukan perubahan diri,kembali kepada pedoman hidup Alqur’an dan sunnah rasulullah Ya Allah jadikanlah saya orang yang taubat dan Orang yang suci. Doa ini akan terwujud apabila kita menyadari sepenuhnya seluruh anggota wudhu yang kita basuh baik yang sunnat maupun yang wajib kembali kejalan yang diridhoi Allah.SWT. Mulut yang selalu dusta atau Ghibah,mencela orang lain,merendahkan diri orang lain,merasa paling benar , melepaskan amarah yang tak terkendali , kita rubah menjadi selalu Zikir ,Istiqfar,atau membaca Alqur’an Mata yang biasa melihat yang haram kita rubah memandang alam ini sebagai nikmat dan Bukti adanya Allah,dengan melihat keindahan dan kerusakan Kerusakan alam yang terjadi sesungguhnya itu adalah nikmat bagi orang yang mengetahui Kerusakan,bencana:banjir,gempa tanah longsor ini menjadi iktibar, kapanpun Allah berkehendak jadi maka jadilah ia.sehingga menambah keimanan kita kepada Allah yang masih memberikan kesempatan bagi kita yang hidup untuk keluar dari kehidupan yang zulumat menuju kehidupan yang nur. Keindahan Alam seperti danau Toba,parapat dan lainnya ini menjadi Bukti Allah itu Maha berbuat untuk kesenangan pandangan mata hambanya. Hidung yang biasa menimbulkan rasa benci Menjadi Rasa syukur Kita sangat bersyukur kepada Allah kita masih diberikan kesempatan untuk bertaubat karena keluar dan masuknya pernapasan melalui hidung sampai detik ini masih bisa kita rasakan. Tangan yang biasanya kita gunakan untuk merusak kita gunakan untuk mengerjakan hal hal yang bisa membuat jasa jasa baik kepada orang lain, dimanapun kita berada,dirumah,dilingkungan masyarakat,dilingkungan kita bekerja, dimana saja dan dalam situasi apapun yang mengarah kepada ibadah Jujur berbuat terhadap perintah kewajiban merupakan inti sari dari perlakuan baik ( ini juga merupakan ibadah ) Telinga yang biasa mendengar cerita kosong kita gunakan untuk mendengarkan nasihat nasihat yang baik untuk mendapatkan pengertian Agama. Kaki yang biasa berjalan ketempat yang haram merubah sikap berjalan untuk melakukan ibadah. Ya Allah jadikanlah saya orang yang taubat dan Orang yang suci. Marilah sama sama kita koreksi diri kita sudah berapakah usia kita saat ini,terwujudkah maksud tujuan wudhu yang kita lakukan selama ini, terwujudkah doa yang kita ucapkan, ? Berhari - hari , berbulan bahkan bertahun tahun sudah kita basuh muka ,tangan dan kaki kita ini toh masih melakukan perbuatan dosa. Pernahkah kita memandang alam ini, memandang masa depan akhirat,bagi diri kita bagi anak anak kita,bagi masyarakat ? Sudah berapa banyakkah perjalanan yang kita lakukan untuk memperbaiki ibadah kita untuk memperbaiki sikap kita,untuk memperbaiki bacaan alquran kita,untuk memperbaiki cara berzikir kita,untuk memperbaiki kesucian hati kita sesuai dengan permohonan doa kita ? Wudhu merupakan awal untuk berhadapan dengan Allah, Orang yang bersih orang yang suci akan mudah berhampiran dengan Allah Swt. Wajarlah kalau banyak do’a pengharapan kita kepada Allah sulit terkabul ,sehingga mengakibatkan keimanan kita jadi luntur, bahkan ada yang datang kepada orang lain untuk meminta dido’akan sehingga mendatangkan kepuasaan tersendiri apabila yang dimintakan itu terkabul. Yang sangat disayangkan orang tersebut merasa senang dan memuji orang yang didatangi,kalau tidak karena dia ,mana bisa aku menjadi begini ,seharusnnya yang dipelajari apa sebab orang yang kita datangi itu mudah terkabul do’anya,sebab beliau juga hamba Allah, wah diakan memang sudah diberi petunjuk ,sudah menjadi pilihan Allah, Jawaban ini merupakan jawaban orang yang tidak percaya keMaha besaran Allah,kemurahan Allah,Allah itu mengabulkan do’a hambanya apabila ia dekat lebih dekat dan lebih dekat dan selalu membersihkan diri. Mari sama sama kita awali diri kita untuk melangkah selanjutnya ,dengan menyadari sepenuhnya terhadap perbuatan awal kita untuk berhadapan dengan Allah dengan berwudhu yang sebenar benarnya wudhu,wudhu yang mempunyai nilai perubahan diri kearah yang diridhoi oleh Allah S.W.T Ayo merubah diri tanpa menunggu hari esok,jarum jam tidak akan pernah menunggu kita,ia tetap bergerak meninggalkan kita.

Sabtu, Juni 20, 2009

Kasih Sayang Lebih Mulia dari Cinta

Dihadapan orang yang kau cintai, Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, Musim dingin tetaplah dingin, hanya suasana yang lebih indah mewarnainya Dihadapan orang yang kau cintai, Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, Kau hanya merasa senang dan gembira saja Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, Matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, Engkau hanya tersenyum saja Dihadapan orang yang kau cintai, Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam Dihadapan orang yang kau sukai, Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja Jika orang yang kau cintai menangis, Engkau pun akan ikut menangis di sisinya Jika orang yang kau sukai menangis, Memang hatimu menangis namun kau hanya menghibur saja Perasaan cinta dimulai dari mata, Sedangkan rasa suka lebih dimulai dari telinga Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, Cukup dengan menutup telingamu Tapi bila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata Dan terus bersemayam di hatimu dalam waktu yang tak singkat Tetapi selain rasa suka dan cinta, Ada perasaan yang jauh lebih dalam, Yaitu rasa sayang. Sayang yang tidak hilang secepat cinta pergi, Sayang yang tidak mudah berubah, Perasaan yang dapat membuatmu berkorban Untuk orang yang kau sayangi Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat Orang yang disayanginya bahagia…walaupun harus kehilangan